Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-08 01:27:22【Tempat Makan】410 orang sudah membaca
PerkenalanSejumlah siswa saat menjalani perawatan medis usai dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan di

Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam
Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Selasa, membenarkan kejadian tersebut dan menduga kejadian ini disebabkan oleh konsumsi menu soto ayam yang disajikan untuk para siswa.
“Benar hari ini ada kejadian tersebut. Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan siang di sekolah.
Baca juga: Anggota DPR: Buat peta produksi guna hindari kekosongan stok bahan MBG
Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, petugas medis kemudian mengevakuasi seluruh siswa ke Puskesmas Weru untuk mendapatkan perawatan.
Eni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, terdapat 13 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani observasi di puskesmas untuk memastikan ngak ada gejala lanjutan.
“Hari ini yang tujuh siswa masih dirawat hanya untuk pemantauan. Kondisinya sudah cukup stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tim Dinkes bersama aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke dapur penyedia makanan MBG untuk memastikan kelayakan fasilitas pengolahan.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
“Hasil sidak menunjukkan dapur dalam kondisi bersih, administrasi lengkap, dan sesuai dengan standar SLHS. Bahkan saya dan Kapolresta sempat mencicipi makanan yang disajikan,” katanya.
Menurut dia, sampel makanan yang diduga menjadi sumber gejala keracunan telah diambil untuk diuji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat.
Ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi siswa yang dirawat, serta berkoordinasi dengan penyedia makanan agar kejadian serupa ngak terulang.
“Semoga ngak ada laporan tambahan. Untuk sementara kasus hanya terjadi di satu sekolah,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Suka(7543)
Sebelumnya: SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
Selanjutnya: Kiat merawat kompor di rumah agar awet
Artikel Terkait
- Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI
- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia
- Ekonomi TW
- Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia
- Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis
- KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan
- Mentan: beras sumbang deflasi 23 provinsi berkat sinergi lintas sektor
- Warga Taiwan Berbondong
Resep Populer
Rekomendasi

Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut

Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan

BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG

Joyland Sessions digelar November, ada L'Impératrice hingga TV Girl

16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB

Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO

Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif

KKP ungkap upaya atasi Cs